Wednesday, February 4, 2015

Infus Vitamin C vs Suntik Vitamin C

sumber gambar: intisari-online.com
Perawatan kulit menggunakan vitamin C semakin dilirik untuk mendapatkan kulit putih cerah alami. Penggunanya bukan hanya kaum hawa, beberapa kaum adam pun tertarik untuk menjajal treatment satu ini karena manfaatnya yang luar biasa.

Vitamin C memang terkenal pada buah yang berasa asam dan untuk mengobati sariawan. Namun masyarakat kini sudah semakin cerdas dan teredukasi bahwasannya vitamin mempunyai manfaat lebih daripada itu, yaitu sebagai anti oksidan yang mampu memperbaiki kerusakan sel-sel tubuh. Perbaikan sel-sel ini pula yang juga akan terjadi pada jaringan kulit. Terbentuknya sel-sel baru dalam kulit juga mempengaruhi tingkat kecerahan. Apalagi ditengah kondisi globalisasi rentan dengan oksidan tinggi yang bisa merusak kulit baik pigmen maupun tekstur, sehingga vitamin C sangat dibutuhkan setiap hari selain juga untuk menjaga stamina agar tidak mudah drop.

Salah satu contoh pengaruh vitamin C adalah kandungan vitamin C pada tikus yang begitu tinggi. Sekalipun hidupnya di tempat kotor seperti got dan selokan yang banyak mengandung bakteri, virus dan jamur, tikus masih bisa bertahan hidup karena kandungan vitamin C pada tubuhnya. Sayangnya, pada manusia Vitamin C ini tidak bisa dihasilkan sendiri oleh tubuh sehingga harus mendapatkan asupan dari luar.

Ada tiga cara dalam mengkonsumsi vitamin C yaitu melalui oral, suntik atau injection dan metode terbaru adalah dengan infus. Jika oral melalui konsumsi makanan, minuman atau suplemen yang mengandung vitamin C. Sehingga vitamin C harus melalui proses pencernaan terlebih dahulu. Kekurangan dari pemberian secara oral ini, sifat asam dari vitamin C bisa membahayakan lambung jika dikonsumsi secara berlebihan.

Tetapi ada cara lain yang lebih aman bagi lambung, apalagi bagi penderita maag kronis, pemberian vitamin C secara infus atau injection sangat direkomendasikan. Karena vitamin C langsung diberikan pada pembuluh darah tanpa melalui proses pencernaan. Inilah kesamaan kedua metode pemberian vitamin C secara infus dan suntik.

Tetapi apa perbedaannya?

Yang pertama tentu saja prosesnya, pemberian infus vitamin C sama dengan proses infus di rumah sakit, membutuhkan alat bantu seperti selang, jarum infus, kantong cairan, dan sebagainya. Sementara untuk suntik vitamin C hanya menggunakan jarum suntik.

Yang kedua lama waktu pemberian vitamin C, infus dan suntik. Suntik bisa dilakukan dalam beberapa detik tetapi untuk infus memang membutuhkan waktu yang agak lama minimal 15 menit.

Yang ketiga adalah dari dosis dan kepekatan cairan, cairan vitamin C pada proses suntik lebih pekat dibanding dengan secara infus sehingga bisa diberikan jumlah dosis yang lebih besar daripada pemberian secara suntik.

Yang keempat adalah penyerapannya. Cairan suntik vitamin C dimasukkan sekaligus dalam satu waktu oleh ahli medis, apalagi dengan bentuknya yang pekat sehingga perlu waktu baginya untuk menyebar ke seluruh tubuh. Sementara cairan infus yang lebih cair dan dimasukkan secara perlahan-lahan membuat ia lebih mudah menyebar dan hasilnya lebih merata ke seluruh tubuh 

Yang kelima adalah hasil dari infus vitamin C dengan cara infus lebih merata ke seluruh tubuh dibanding dengan hasil suntik vitamin C. Oleh karena itu infus vitamin C lebih cepat terlihat hasilnya. Meskipun ada juga yang mengatakan jika suntik vitamin C cenderung untuk menjaga stamina, namun tidak menutup kemungkinan juga bisa digunakan untuk mencerahkan kulit karena hal itu juga merupakan salah satu manfaatnya, tetapi tidak secapat penggunaan secara infus[.]

0 comments:

Post a Comment