Tuesday, April 28, 2015

5 Kesalahan Tentang Anti Penuaan Dini

Tak semua orang tertarik membahas masalah usia. Karena sebagian besar akan senang bila dikatakan terlihat lebih muda. Sindrome awet muda bukan hal baru di masyarakat. Banyak cara dilakukan agar penampilan terlihat lebih muda dari usia. Bukan perkara menolak takdir menjadi tua. Usia boleh senja tetapi penampilan tetap harus awet muda. Inilah yang sering disebut orang sebagai Anti Penuaan Dini atau yang kerap dikenal dengan istilah Anti Aging.

Akan tetapi banyak anggapan salah kaprah tentang perawatan menunda penuaan dini ini. Yang diantaranya adalah sebagai berikut;
  1. Hanya Untuk Kecantikan.
    Penampilan memang diidentikkan dengan kecantikan. Sehingga perawatan anti aging kerap dipusatkan hanya pada bagian wajah. Beberapa bagian tubuh kerap terabaikan. Seperti; leher, lutut, siku, bahkan seluruh bagian tubuh sebenarnya juga harus diperhatikan termasuk organ dalam. Pertanyaannya, jika penampilan sudah awet muda tetapi sakit-sakitan bagaimana? So, anti aging sejatinya mencakup semua termasuk kesehatan. Sehingga kita bisa melewati masa tua penuh bahagia bisa melakukan segala aktivitas yang kita lakukan saat muda. Anti aging sekarang bukan hanya berupa krim yang hanya dioles di sekitar mata dan wajah. Kebutuhan anti aging untuk seluruh tubuh biasanya dilakukan dengan tindakan medis. Tapi bukan operasi. Ada beberapa treatment tertentu yang bisa menjaga baik stamina maupun penampilan tetap awet muda seperti infus glutathione atau infus vitamin C.
  2. Hanya Untuk Perempuan.
    Bukankah proses penuaan itu terjadi pada semua orang? Dan tidak mengenal jenis kelamin? Laki-laki ataupun perempuan sama-sama mengalaminya. So, bukan hanya perempuan, laki-laki juga butuh perawatan anti aging juga lho. Mungkin bagi laki-laki yang tak memiliki banyak waktu untuk oles-oles krim anti aging biasanya melakukan perawatan dari dalam tubuh. Seperti yang pernah dilakukan Ivan Gunawan, desaigner dan entertainer ternama melakukan perawatan anti agingnya dengan infus glutathione.
  3. Rutinitas Yang Membosankan.
    Kata siapa perawatan anti aging membosankan. Memang beberapa perawatan yang menggunakan krim pemakaiannya harus rutin dan dalam waktu berbeda-beda; pagi, siang, malam. Bahkan ada yang memiliki efect ketergantungan yang jika menghentikan pemakaian akan merusak kulit. So, jangan sampai kita salah pilih perawatan anti aging. Pastikan perawatan yang kita pilih benar-benar aman buat kulit dan kesehatan kita.
  4. Biaya Anti Aging Mahal.
    Jika patokan kita biaya perawatan artis ternama yang menghabiskan sampai ratusan juta memang mahal. Apalagi sampai melakukan pembedahan alias operasi. Lakukan perawatan anti aging yang wajar-wajar saja. Namun menjatuhkan pilihan pada perawatan yang harganya terlampau murah juga enggak baik. Dalam menentukan mahal dan murah kita juga harus menggunakan realitas, dengan harga yang kita bayar apa yang bisa kita dapatkan? Bahan-bahannya amankah? Karena sekarang banyak beredar produk perawatan palsu dengan iming-iming harga murah. Carilah klinik-klinik kecantikan yang sudah terpercaya atau yang direkomendasikan oleh orang yang kamu kenal, seperti saudara atau bahkan publik figur.
  5. Perawatan Setelah Muncul Tanda-tanda Penuaan Dini.
    Kalau sudah muncul tanda-tanda penuaan baru melakukan perawatan namanya bukan Anti Penuaan Dini, tetapi sudah menjurus pada perawatan menghilangkan penuaan. Lebih mudah mana antara menghilangkan kerutan atau menjaga agar kulit tidak berkerut? Bahkan akan lebih baik jika dilakukan sejak remaja. Baca Juga: Mitos Anti Aging Pada Remaja

3 comments:

  1. Ah aku lagi bermasalah dengan kulit muka nih. Terbakar matahari, jadi terlihat eksotis dan makin jelas noda di wajah. Jadinya terlihat kusam T_T.
    Adakah perawatan yang bisa dilakukan dari dalam juga selain minum air yang cukup?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Efi Fitriyyah, bisa diterapi dengan infus glutathione

      Delete