Tuesday, May 5, 2015

Jangan Terperangkap Diabetes Selamanya


Konsumsi makanan atau minuman yang terasa manis kadang membuat kita lupa, bahkan membuat kita ketagihan ingin menambah terus dan terus. Rasanya tidak terpuaskan jika tidak sampai habis. Jikapun sudah habis, mau nambahpun kadang masih enggak nolak. Tapi kita lupa, alih-alih ingin memuaskan nikmatnya makanan dan minuman manis malah membuat kita terjebak dalam diabetes selamanya.

Yap, diabetes adalah salah satu penyakit yang belum ada obatnya. Sekali kena diabetes, maka seumur hidup penderita diabetes tidak bisa lepas dari penyakit ini. 

Akan tetapi menurut Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, Ketua Bidang Advokasi Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI), meskipun tidak bisa disembuhkan, penyakit ini bisa dikontrol gula darahnya supaya tidak membuat pasien menderita apalagi mengalami komplikasi akibat diabetes. Itulah kenapa orang dengan penyakit diabetes akan disebut penderita.

Tentu saja hal ini disebabkan oleh fungsi organ tubuh penderita diabetes tidak akan sama lagi ketika sebelum terkena diabetes. Fungsi organ dan sel-sel tubuhnya akan menurun begitupun genetiknya akan berubah, membuat tubuh gagal melakukan metabolisme glukosa. Sehingga terjadi penumpukan glukosa yang berlebihan pada darah.

Meski demikian, penumpukan glukosa yang terjadi bisa diminimalisir atau kembali ke dalam keadaan normal apabila penderita diabetes mau menerapkan kontrol pola hidup sehat dan kadar gula pada konsumsi makanannya. Adapun kontrol gula yang bisa dijalankan antara lain:
  1. Stop konsumsi manis
  2. Hindari makanan dan minuman manis. Lebih baik perbanyak minum air putih yang lebih menyehatkan. Sebuah penelitian menyebutkan, mengganti minuman manis dengan air putih atau teh tanpa gula bisa menekan resiko diabetes hingga 25 persen. Selain itu konsumsi yang serba manis bisa membuat obesitas atau kegemukan.
  3. Kendalikan berat badan
  4. Penumpukan lemak yang terjadi pada orang obesitas bisa memicu diabetes. Karena bagian tertentu dari lemak yang menumpuk bisa merusak insulin sehingga tubuh tak mampu malakukan metabolisme glukosa.
  5. Kurangi bergadang
  6. Ternyata bergadang bisa membuat asam lemak meningkat. Sementara dengan asam lemak yang tinggi membuat tubuh sulit menghasilkan hormon insulin yang cukup. Dimana kita tahu hormon insulin ini sebagai motor penggerak metabolisme glukosa. Apabila tidak mencukupi, membuat glukosa tak mampu diserap tubuh secara sempurna, sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah
  7. Kurangi makan malam
  8. Kadar gula dalam darah bisa memuncak lebih banyak setelah makan malam dibanding sarapan. Hal ini dikarenakan, glukosa juga dipengaruhi oleh jam internal tubuh. Bagi penderita diabetes tipe 2, akan lebih baik jika mengontrol gula dengan mengurangi makan malam.
  9. Jaga mood dari stress
  10. Ketika sedang stress, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang dapat memicu diabetes. Hal ini biasa terjadi pada masyarakan urban perkotaan dengan tingkat mobilitas tinggi yang memicu stress.
Pentingnya mengontrol gula bagi penderita diabetes, selain membuat penderita bisa menikmati hidup sehat juga menghindarkan penderita diabetes dari komplikasi lainnya. Seperti kerusakan fungsi ginjal atau bahkan menyebabkan luka yang tak kunjung sembuh yang biasa disebut gangrene. Adapun pengontrolan untuk menurunkan kadar gula pada penderita diabetes dapat juga dilakukan dengan terapi ozon, begitupun dalam metode penyembuhan gangrene juga bisa menggunakan terapi ozon bagging.

1 comment: