Monday, May 4, 2015

Ketahui Tentang Penyakit Parkinson

Menyebut nama penyakit Parkinson akan mengingatkan kita pada deretan nama selebritis dunia yang terkena penyakit ini. Diantaranya petinju Muhamad Ali dan aktor pemeran Mrs. Doubtfire, Robin Williams. Apakah penyakit ini mematikan seperti yang dialami Robin atau hanya membatasi gerakan seperti yang dialami Muhamad Ali? Mari kita kenali penyakit ini agar bisa mencegahnya dan mengatasiya lebih dini.

Gejala Parkinson
Penyakit Parkinson pertama kali dikenalkan oleh seorang dokter dari Inggris, James Parkinson. Penyakit ini umumnya menyerang laki-laki usia lanjut, meskipun ada juga kasus parkinson pada perempuan dan orang muda. Berikut ini beberapa gejala parkinson :

  1. Gangguan Gerak, bentuk gangguan gerak yang terjadi antara lain berupa melambatnya fungsi gerak, seperti lambat menulis, mulut tidak bisa membuka saat berbicara. Gangguan gerak lainnya yang sangat mudah dikenali sebagai parkinson adalah anggota badan yang gemetar, terutama tangan.

  2. Gangguan pencernaan, gangguan yang terjadi berupa sembelit atau konstipasi. Karena parkinson telah mengganggu koordinasi otak dengan gerak otot yang berperan dalam mengatur sekresi. Gangguan ini bisa terjadi juga pada fungsi pembuangan air seni.

  3. Gangguan fungsi indera, salah satunya gangguan indera penciuman karena adanya gangguan pada otak yang merespon rangsangan dari luar. Jadi misalnya dalam satu ruangan ada aroma tidak sedap dan semua meresponnya, maka orang dengan parkinson tidak mencium bau apa-apa.

  4. Gangguan tidur, tidur bisa menjadi momen yang tepat untuk mengamati adanya gejala parkinson. Ahli saraf mewaspadai beberapa gangguan saat tidur yang beberapa tahun kemudian berkembang menjadi gejala parkinson. Gangguan saat tidur yang dimaksud antara lain sleep apnea atau nafas tiba-tiba berhenti sebentar, kaki gelisah, dan RBD atau rapid eye movement behaviour disorder. Pada RBD, orang tidur giginya bergemeretak dan tiba-tiba berteriak atau menendang.

  5. Gangguan lain, pada perempuan parkinson menunjukkan gejala nyeri pada leher yang berkepanjangan. Gejala lainnya adalah hiperhidrosis atau munculnya keringat berlebihan tanpa ada penyebab khusus. Ini akibat parkinson telah menghambat fungsi kelenjar keringat. Tapi kadang gejala ini diabaikan karena dikira gejala menopouse.

Penyebab Parkinson

Gejala-gejala tersebut timbul karena adanya kerusakan fungsi otak terutama pada substansia nigra. Substansia nigra adalah bagian otak yang menghasilkan senyawa dopamin yang berperan dalam memberikan sinyal ke otak untuk menggerakkan anggota badan. Jadi bila produksi dopamin berkurang, bisa dibayangkan kan apa yang terjadi pada anggota gerak tubuh? Kerusakan fungsi otak pada parkinson disebabkan oleh 2 hal, yaitu faktor lingkungan dan genetik. Contoh faktor lingkungan adalah paparan pestisida dan cedera pada kepala akibat kecelakaan atau benturan.

Obat Parkinson

Sebenarnya tidak ada obat yang benar-benar menyembuhkan parkinson. Obat-obatan diberikan hanya untuk mengelola gejala agar pasien bisa memperbaiki fungsi geraknya. Selain itu juga diperlukan terapi fisik yang teratur agar kekakuan pada otot berkurang. Penyakit ini tidak mematikan tapi tentu saja akan sangat membatasi aktifitas. Bagi pasien parkinso dianjurkan untuk melakukan terapi-terapi yang dapat mengurangi keparahan dari penyakit ini. Salah satu yang kami rekomendasikan untuk terapi parkinso adalah dengan menggunakan infus glutathione. Dimana infus glutathione ini mampu menurunkan gejala-gejala parkison bagi penderita.

Pencegahan Parkinson

Apabila infus glutathione dilakukan sejak sebelum terserang parkinson, atau sejak masih sehat, dapat mencegah dan menurunkan resiko parkinson pada usia lanjut.

0 comments:

Post a Comment