Tuesday, May 12, 2015

Obesitas Picu Berbagai Macam Penyakit

Obesitas identik dengan kelebihan berat badan atau overweight. Padahal obesitas dan overweight berbeda. Cara paling membedakannya adalah dengan menghitung Body Mass Index atau Index Massa Tubuh (IMT), yaitu berat badan / tinggi badan x tinggi badan. Bila hasilnya 18,5 – 29,9 maka masuk kategori normal. IMT 25– 29,9 tergolong overweight, dan IMT 30 – 34,9 baru tergolong obesitas. Jenis-jenis obesitas juga tergantung hasil perhitungan IMT. Severely obese IMT nya 35 – 39,9 dan murbidly obese IMTnya 40 atau lebih.

Obesitas sendiri ada beberapa tipe, diantaranya tipe buah apel (android), tipe buah pir (ginoid), hiperplastik, dan hipertropik. Pada tipe android, tumpukan lemak lebih terkonsentrasi pada bagian atas tubuh (perut ke atas). Sedangkan pada tipe ginoid konstrasi lemaknya lebih banyak di bagian bawah tubuh (panggul, paha). Tipe hiperplastik lebih pada ukuran sel lemak yang normal tapi jumlahnya yang tidak normal (dijumpai pada anak-anak yang obesitas). Sementara tipe hiperplastik jumlah selnya normal tapi ukurannya yang besar (biasa terjadi pada perempuan dewasa pasca melahirkan). 

Obesitas harus dihindari karena dapat meningkatkan resiko berbagai penyakit. Penyakit apa saja?

Jantung, obesitas dapat meningkatkan resiko serangan penyakit jantung. Karena asupan lemak pada orang obesitas tidak diimbangi dengan keluarnya kalori lewat aktifitas. Tumpukan lemak dapat mengganggu kinerja jantung.

Hipertensi, hampir sama dengan resiko jantung, pada kasus obesitas lemak menghambat kelancaran sirkulasi darah dan sistem aliran darah. Stroke, stroke sangat rentan terjadi pada kasus obesitas. Timbunan lemak ditambah kurangnya aktifitas gerak, membuat stroke bisa kapan saja menyerang. Baik stroke ringan maupun stroke yang dapat berakibat fatal.

Gagal Ginjal, gagal ginjal sangat mungkin terjadi pada kasus obesitas sebagai dampak dari gangguan kesehatan lainnya (hipertensi, jantung, dll). Pada orang yang obesitas, ginjal bekerja lebih berat sehingga resiko kerusakannya sangat besar.

Kanker, resiko kanker sangat tinggi pada orang kasus obesitas karena jaringan lemak memproduksi estrogen secara berlebihan. Kondisi itulah yang memicu pertumbuhan kanker rahim, indung telur, kanker payudara. Kanker lainnya juga bisa muncul akibat obesitas, seperti kanker pankreas, kanker kandung kemih, kanker esofagus, kanker tiroid.

Diabetes, obesitas dapat memicu diabetes militus (DM) utamanya DM type II. Pada kasus obesitas, makan dalam jumlah banyak menyebabkan timbunan lemak di jaringan kulit. Lemak ini menghalangi kerja insulin sehingga terjadilah peningkatan kadar gula dalam darah.

Osteoarthritis, penyakit ini umumnya menyerang sendi pada lutut dan panggul, karena pada kasus obesitas beban yang harus ditopang oleh bagian ini bertambah hingga 4 kali lipat lebih.

Asam Urat, penyakit asam urat sangat potensial terjadi pada orang obesitas. Karena orang yang obesitas asupan proteinnya pasti lebih tinggi dari orang normal sementara kemampuan tubuh menetralisir purin terbatas.

Itulah beberapa penyakit yang mengintai pada kasus obesitas. Jika Anda mengalami obesitas harus mewaspadai penyakit-penyakit yang bisa menyerang di atas dengan cara mencegah sejak dini dengan terapi ozon. Selain juga Anda harus melakukan diet sehat untuk mengontrol obesitas dengan aktifitas yang dapat membakar lemak dan banyak-banyaklah makan buah dan sayur.

0 comments:

Post a Comment