Monday, May 25, 2015

Pentingnya Rutin Mengontrol Tekanan Darah


Gaya hidup serta pola makan kurang sehat yang dilakukan oleh sebagian orang memiliki resiko pada kesehatannya. Terutama pada tekanan darah pada tubuhnya. Turun naiknya tekanan darah yang dialami oleh tubuh, menjadi dasar betapa pentingnya mengontrol tekanan darah di tubuh kita. Tekanan darah merupakan tekanan yang dialami oleh darah pada pembuluh arteri darah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia dan kembali lagi ke jantung. Tekanan darah dibuat dengan dua ukuran yang biasanya diukur seperti misalnya 120/80 mmHg. Angka 120 menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri oleh denyutan jantung dan disebut tekanan systole. Angka 80 menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastole.

Tekanan darah yang terjadi pada tubuh seseorang bervariasi secara alami. Tekanan darah pada bayi dan anak-anak, secara normal jauh lebih rendah daripada orang dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik seseorang. Tekanan menjadi lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dibandingkan ketika sedang beristirahat. Pada pagi hari, tekanan darah seseorang cenderung lebih tinggi dibandingkan pada saat tidur di malam hari.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi disebut juga hipertensi, ada juga yang menyebutnya hipertensi arteri. Merupakan kondisi tekanan darah di arteri yang meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Hipertensi memiliki dua jenis. Hipertensi primer yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Selain itu, ada hipertensi sekunder yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung atau sestem endokrin lainnya.

Fakto resiko yang dpat ditimbulkan oleh hipertensi adalah terjadinya serangan stroke, serangan jantung, gagal jantung, penyakit arteri perifer dan penyebab penyakit ginjal kronik. Semua penyakit tersebut tidak timbul secara spontan, melainkan timbul beberapa tahun setelahnya.

Penelitian menyebutkan, hipertensi menjadi penyebab 45 persen kematian akibat serangan jantung dan 51 persen kematian akibat stroke di seluruh dunia.

Tekanan darah rendah

Dampak yang ditimbulkan oleh tekanan darah rendah untuk jantung tidak begitu memiliki pengaruh buruk, kecuali jika sudah merasakan kaki yang dingin atau keluar keringat dingin. Hal ini harus diwaspadai.

Meskipun tekanan darah rendah, namun sebenarnya sirkulasi darah tetap lancar. Ini bukanlah masalah yang besar. Tapi lain halnya jika tekanan darah rendah terjadi akibat penyakit. Seperti kelainan jantung yang bisa menimbulkan gejala darah rendah. Kondisi seperti itu, jantung menjadi lemah sehingga tekanan yang dihasilkan pun menjadi rendah.

Selain itu, tekanan darah rendah juga bisa terjadi akibat tubuh mengalami shock seperti tiba-tiba mencret, demam berdarah, serangan jantung yang akan membuat badan perlahan-lahan dingin.

Orang yang memiliki tekanan darah rendah, pada umumnya terbiasa mengkonsumsi makanan kurang asin. Hal ini dapat diatasi dengan membiasakan mengkonsumsi makanan yang sedikit asin.

Tekanan darah pada seseorang cenderung mengalami perubahan, tergantung pada situasi dan kondisi. Banyak orang tidak menyangka, jika seseorang yang biasanya mengalami tekanan darah rendah, suatu saat dapat juga mengalami tekanan darah tinggi. Hal inilah yang mendasari pentingnya mengontrol tekanan darah secara rutin.

Agar tekanan darah terkontrol dengan baik dan akurat, pemeriksaan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.

0 comments:

Post a Comment