Friday, June 5, 2015

Kenali Penyebab Aliran Darah Tidak Lancar


Darah (Hema) adalah cairan yang terdapat pada hewan dan manusia yang bertugas mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan jaringan tubuh, mengangkut hasil metabolismen dan untuk pertahanan tubuh terhadap virus dan bakteri. Darah juga menjadi organ utama sistem peredaran darah setelah jantung dan pembuluh darah.

Sistem peredaran darah (sistem kardiovaskular) merupakan sistem organ yang berfungsi memindahkan zat menuju sel dan dari sel, menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (Homeostatis). sistem peredaran darah sangat penting bagi kesehatan tubuh, karena jika terjadi gangguan hambatan peredaran darah, dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti: anemia, talasemia, polisitemia, leukemia, agranulositosis, trombositopenia, heofilia, hipertrofi, jantung koroner, embolisme koroner, fibrilasi atrium, varises hipertensi, dan hipotensi. Penyakit yang tidak bisa dianggap ringan karena berdampak kematian.

Peredaran darah terbagi menjadi dua, peredaran darah terbuka dan peredaran darah tertutup. Kedua sistem tersebut adalah bagian dari sistem kerja jantung dalam memompa darah dan  pembentukan jaringan pembulu darah. Sistem peredaraan darah juga menjamin kelangsungan hidup organisme yang didukung oleh proses metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia serta fisiologis tubuh, bisa dibayangkan apa yang terjadi jika sistem penting tersebut mengalami gangguan kan?

Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah. Peredaran darah bisa terganggu akibat kurangnya aktivitas yang dilakukan, sehingga metabolisme dalam tubuh tidak berjalan dengan semestinya. Salah satu posisi yang memicu terhambatnya aliran darah adalah ketika duduk, karena saat posisi duduk, mengakibatkan aliran darah pada kaki tidak lancer karena posisi menekuk. Selain pola hidup, ada beberapa penyebab tidak lancarnya peredaran darah, yaitu:

  1. Suka makan enak dan menggoda seperti fastfood, instant food, makanan berlemak, gorengan, makanan prosesan, makanan manis.
  2. Mempunyai kadar kolesterol di atas 240.
  3. Mempunyai tekanan darah 120/80.
  4. Mempunyai berat badan yang lebih atau kegemukan.
  5. Jarang bergerak dan jarang berolahraga.
  6. Perokok aktif, dalam sehari menghisap lebih dari 4 batang
  7. Sangat rentan terhadap stres.
  8. Mengkonsumsi minuman keras
  9. Kurang minum air putih.
  10. Terjadinya pengentalan darah dalam tubuh akibat aktivitas monoton seperti duduk.
  11. Dari keluarga yang mempunyai riwayat diabetes.
  12. Dari keluarga yang mempunyai riwayat hipertensi.
  13. Dari keluarga yang mempunyai riwayat serangan jantung.

Untuk mendeteksi terjadinya masalah dengan sistem peredaran darah bisa diamati dari gejala awal yang timbul seperti di bawah ini:

  1. Kaki dan Tangan terasa dingin karena suhu tubuh tidak stabil.
  2. Terjadi Pembengkakan Kaki
  3. Mudah lelah dengan aktivitas ringan
  4. Sianosis adalah warna kulit dan membrane mukosa menjadi biru dna pucat karena kandungan oksigen yang rendah dalam darah, kelainan jantung. Bagian yang paling parah terlihat pada kuku dan bibir.

Solusinya tentu menjauhi hal-hal yang dapat mengakibatkan resiko gangguan peredaran darah, misalnya: berolahraga, istirahat cukup, minum air putih yang banyak, tidak merokok dan menjauhi minuman keras, berat badan ideal harus dijaga, managemen stress, serta solusi sehat dengan tindakan preventif Terapi Ozon Apheresis atau Terapi Ozon Saline Infusion.

0 comments:

Post a Comment