Monday, June 29, 2015

Rahasia Kulit Manggis yang Kaya Manfaat


Siapa yang tidak mengenal buah manggis (Garcinia mangostana L.)? sejenis pohon hijau, rasa buahnya manis dengan daging berwarna putih dan kulitnya merah keunguan jika matang. Kaya manfaat, selain untuk memaniskan tenggorokan juga bisa digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati beberapa penyakit. Buah manggis juga dikenal sebagai “Ratu Buah” sebagai pasangan durian si “Raja Buah”. Buah manggis juga unik, karena kita bisa menentukan jumlah daging buah dari kulit buahnya.

Buah manggis memiliki sifat dan aktivitas sebagai Antiinflamasi dan Antioksidan, sehingga berguna untuk kesehatan kita. Banyak penelitian ilmiah dilakukan untuk menemukan rahasia apa saja manfaat dari buah manggis dan kulit manggis, karena keduanya memiliki manfaat yang besar untuk menangkal radikal bebas. 

Perlu untuk diketahui bahwa radikal bebas memiliki efek negative terhadap tubuh, sehingga diperlukan antioksidan untuk menangkal pertumbuhannya. Radikal bebas adalah molekul yang memiliki polaritas tinggi dan cenderung mudah mengikat kepada molekul tubuh kita, kemudian menyerang sel setiap detik dan setiap hari. sedangkan antioksidan akan bekerja secara aktif dengan sistem imun kita untuk memperbaiki kerusakan sebelum sel sempat terdegenerasi.

Antioksidan yang paling baik adalah jenis whole food dimana memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan kombinasi vitamin lainnya. Antioksidan tersebut diantaranya Xanthone, Tanin, Asam Fenolat, dan antosianin yang berdasarkan hasil penelitian kesemuanya terdapat pada kulit manggis. Selain itu kulit manggis juga mengandung air (62,05%), lemak (0,63%), protein (0,71%), dan karbohidrat (35,61%). Sehingga kulit manggis menjadi alternaif pengobatan herbal untuk penyakit seperti: diabetes, jantung koroner, stroke, memperlancar pencernaan, dan lain-lain.

  1. Xanthone. Zat kimia tumbuhan yang banyak terdapat dalam kulit manggis, merupakan senyawa dengan struktur dan sifat yang unik dengan metabolisme dalam tubuh manusia sehingga menjadi salah satu fitonutrien dalam tubuh. Berdasarkan berbagai penelitian, Xanthone berperan sebagi antioksidan, antitumor, antiradang, antiviral, antifungal, dan antibacterial. Ada 2 jenis Xanthone diantara 14 jenis turunan yang perlu diketahui, yaitu: (a). Alfa Mangostin. Menurut Yukihiro Akao dari Institute Bioteknologi Gifu, Jepang, menyatakan bahwa alfa-mangostin berperan mengendalikan sel kanker dengan mekanisme apoptosis. (mekanisme biologi yang merupakan salah satu jenis kematian sel yang terprogram). Selain itu, alfa-mangostin, juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang sel pembunuh kanker dan virus. (b). Gamma Mangostin. Senyawa yang memiliki efek antiradang, bisa menghindarkan penyakit akibat peradangan seperti arthritis, dan Alzheimer.
  2. Tanin. Tanin mampu menghambat enzim seperti DNA topoisomerase, anti-diare, hemostatik, anti-hemoroid, dan juga menghambat pertumbuhan tumor. Selain itu tannin juga bersifat sebagai astrigensia, antidotum (penawar racun), dan antioksidan penangkal radikal bebas.
  3. Antosianin. Salah satu fungsi Antosianin adalah mencegah aterosklerosis (penyakit penyumbatan pembuluh darah), melindungi lambung dari kerusakan, menghambat sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, serta berfungsi sebagai senyawa anti-inflamasi yang melindungi otak dari kerusakan, mampu mencegah obesitas dan diabetes, meningkatkan kemampuan memori otak dan mencegah penyakit neurologis, serta menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Cara mengkonsumsi yang tepat adalah smoothies atau dibuat minuman Jus, namun tata caranya juga harus tepat. 

0 comments:

Post a Comment