Tuesday, June 9, 2015

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Virus Mers Cov

Ilustrasi virus mers cov
Beberapa waktu lalu Dunia dikejutkan dengan munculnya virus membahayakan penyebab penyakit MERS atau Middle East Respiratory Syindrome Coronavirus (MERS-CoV) yang dalam bahasa Indonesia bernama  virus korona sindrom pernapasan Timur Tengah.. Sebenarnya di Indonesia, kasus serupa pernah muncul di tahun 2012 dan terdeteksi sekitar 262 kasus siistem pernafasan hingga dikonfirmasi oleh 12 Negara yang memiliki kasus serupa. 

Virus tersebut diduga berasal dari Negara Timur Tengah dan disebabkan oleh virus corona dengan penularan melalui hewan unta, oleh sebab itu di tahun 2012 terjadi peningkatan kewaspadaan kepada jama’ah haji dengan cara menyuntikkan daya imun antivirus MERS . Virus korona juga ada yang ditularkan melalui kelelawar. Namun belum terbukti secara ilmiah cara penularannya. Nah, untuk lebih memahami tentang penyakit MERS berikut beberapa hal yang harus diketahui tentang MERS agar bisa lebih waspada, antara lain:
  1. Pengertian MERS-Cov.
  2. MERS-CoV adalah beta coronavirus yang pertama kali dilaporkan di Saudi Arabia. Sebelumnya MERS-CoV bernama “novel coronavirus” atau “nCoV” dan berbeda dengan coronavirus yang pernah ditemukan pada manusia sebelumnya. Lalu pada Mei 2013, The Coronavirus Study Group (CGS) of the International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) memutuskan untuk menamai novel coronavirus sebagai Middle East Respiratory Syndrome.
  3. MERS adalah Virus Corona.
  4. Mers mirip dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang muncul sekitar tahun 2003 lalu, dan akibat fatalnya adalah kematian. Dari 8000 penderita dinyatakan  773 meninggal. Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit mengatakan, bahwa virus MERS menyerang sistem pernafasan yang dapat menyebabkan demam, batuk, dan serangan pneumonia, gagal ginjal serta gangguan fungsi hati. Namun, menurut WHO, gejala lain yang diakibatkan virus tersebut menyerang lambung dan usus seperti diare. MERS dinyatakan tidak mudah menyebar dan menular.
  5. Gejala MERS yang harus diwaspadai.
  6. Orang yang terinfeksi MERS CoV mirip dengan influenza “flu like syndrome”, yaitu mengalami gejala seperti demam minimal 38 derajat Celsius, batuk, keluar lender berlebih dari hidung, mual, muntah, diare, dan sulit bernapas. Dalam beberapa kasus, penderita juga terkadang mengalami pneumonia. Masa inkubasi dari virus hingga menyebabkan penyakit adalah 2 sampai dengan 14 hari, sehingga mungkin saja seseorang sudah terinfeksi virus dari Timur Tengah namun gejala baru timbul ketika sudah kembali ke negara asal.
  7. Penyebaran virus.
  8. Penyebaran virus Mers-coV belum bisa dipastikan, namun sebagian besar menyatakan melalui kontak fisik atau benda milik penderita virus MERS atau dengan tim medis yang menangani penderita, karena infeksi virus seperti itu berakibat fatal, sehingga perawatannya harus di ruangan isolasi dan steril. MERS CoV juga dikabarkan menyebar melalui cairan yang dikeluarkan lewat sistem pernapasan dan dibawa melalui udara. Seperti infeksi pada umumnya, virus ini akan lebih cepat menyerang orang dengan sistem kekebalan yang lemah 
  9. Sumber dari virus MERS-coV.
  10. Belum diketahui secara pasti darimana virus tersebut berasal, namun penyebarannya diduga berasal dari binatang. Fakta pada Bulan Februari 2012 ditemukan hampir tiga perempat Unta di Arab Saudi dan Unta impor  dari Sudah dan Afrika juga dinyatakan positif MERS, lalu ditemukan pada Kelelawar juga. WHO belum bisa memastikan dan masih meneliti bagaimana cara penularan MERS dari hewan ke manusia bisa terjadi.
  11. MERS diduga penyakit musiman.
  12. Menurut laporan CNN, pejabat setempat menjelaskan kasus ini mempunyai kesamaan dengan kasus 7 tahun sebelumnya saat musim semi. karena terjadi peningkatan seperti saat ini. Sehingga Dr. Schuchat menduga MERS menyebar pada musim tertentu. 
  13. Pengobatan.
  14. Hingga Juni 2015, WHO belum menetapkan vaksin yang efektif untuk mencegah penularan MERS CoV. Tindakan pengobatan yang harus dilakukan pada orang yang terkena wabah ini biasanya dengan penambahan asupan cairan, obat pereda rasa sakit bahkan dengan pemberian oksigen pada kasus yang sudah sangat serius.
  15. Pencegahan utama.
  16. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan cara terbaik untuk mencegah penularan infeksi MERS CoV ini. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir usai beraktivitas, menutup mulut dengan tissue saat batuk atau bersin, menghindari kontak dengan orang yang sakit, hindari menyentuh bagian tubuh jika tangan kotor, dan menggunakan masker. Serta salah satu terapi yang dapat mencegah virus ini hinggap dalam tubuh kita adalah dengan melakukan terapi Ozon di Stanmed Center.



0 comments:

Post a Comment