Friday, October 23, 2015

Kok Bisa Mati Mendadak Sebab Pembekuan Darah


Agak mengerikan memang dengar Mati Mendadak, dan sudah kebiasaan orang, ketika ada orang meninggal yang ditanyakan adaalah “kena apa dia meninggal?”. Pertanyaan tersebut akan sulit untuk dijawab ketika orang yang meninggal tersebut mati dengan mendadak.

Ternyata dari kebanyakan kasus Mati Mendadak, kebanyakan berasal dari penyakit jantung. Kok bisa begitu?, begini penjelasannya. Semua bermula dari adanya pembekuan darah, selanjutnya pembekuan darah inilah  yang dapat menyumbat pembuluh darah atau disebut trombosis. Biasanya berawal dari trombosis di kaki, kemudian dapat menyumbat di paru-paru dan jantung. jika hal ini terjadi, bisa menyebabkan kematian mendadak.

Perlu diketahui bahwa sekitar 70 persen trombosis tidak memunculkan gejala awal sehingga sering disebut pembunuh diam-diam.  Bahkan ada yang gejalanya enggak muncul sama sekali. Dari situlah lebih disarankan untuk berhati-hati dengan kita langkah mencegah trombosis jangan sampai terjadi
beberapa langkah untuk mencegah trombosis. Utamanya, bergeraklah ketika terlalu lama duduk atau berbaring. sebab, trombosis sering kali terjadi akibat kurang gerak. 

Jadi hindari berada dalam posisi tubuh yang sama selama berjam-jam, hal itu bisa menyebabkan perlambatan aliran darah atau stasis. Maka penting bagi mereka yang melakukan perjalanan jauh untuk meLakukan gerakan relaksasi pada tungkai bawah Meluruskan kaki, melakukan pergerakan ringan, hingga berjalan-jalan akan sangat membantu mencegah terjadinya perlambatan aliran darah yang memicu terjadinya pembekuan darah. 

Pencegahan lainnya, yaitu dengan menjaga berat badan ideal. Sebab, salah satu faktor risiko terjadinya trombosis adalah obesitas atau kelebihan berat badan. 

Selain stasis, pemicu thrombosis lainnya yakni kekentalan darah,  juga adanya kerusakan atau kelainan pembuluh darah. Lagi-lagi Sangat penting melakukan aktivitas fisik untuk mencegah trombosis. Sebab hasil penelitian mengatakan aktivitas fisik bisa menurunkan risiko trombosis. 
Mengingatkan juga kepada mereka para Smoker (perokok), trombosis lebih berisiko pada mereka para pecandu rokok,khususnya yang usianya di atas 45 tahun.

0 comments:

Post a Comment