Wednesday, October 28, 2015

Penyakit Mematikan Itu Bernama Sepsis (Keracunan Darah)


Sudah Pernah pernah dengar tentang keracunan darah, Salah satu penyakit berbahaya dan mematikan yang patut diwaspadai. Dikatakan berbahaya sebab peluang sembuh (hidup) penderita penyakit ini sangat tipis, rata-rata berujung pada kematian. Bukannya menakut-nakuti tapi waspada dengan memahami kondisi, gejala, dan penyebabnya adalah hal yang sangat penting. 

Seperti diberitakan, ibunda musisi Melly Goeslaw yang meninggal pada Minggu 11 Januari 2015 beberapa waktu yang lalu, setelah berjuang melawan sepsis. Melly menyatakan, sang ibu memang menderita diabetes dan memiliki luka yang mengakibatkan infeksi sehingga terjadi sepsis.

Umumnya sepsis lebih dikenal dengan sebutan penyakit keracunan darah dimana sepsis ini menggambarkan sebuah kondisi yang memiliki potensi mematikan, dimana seseorang mengalami peradangan di seluruh tubuh sebagai hasil infeksi bakteri di dalam darah, urin, paru-paru, dan jaringan, masuknya bakteri ke dalam darah). 

Dengan kata lain, Kondisi ini adalah bentuk respon dari sistem kekebalan tubuh kepada bakteri dan biasa disebut “Sindrom Respon Peradangan Sistemik (Systemic Inflammatory Response Syndrome; SIRS). Inilah yang  bisa menyebabkan kegagalan fungsi organ (karena perubahan-perubahan aliran darah) dan bahkan kematian jika menjadi parah dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Pada umumnya, istilah sepsis digunakan untuk menyebut respon kekebalan tubuh terhadap bakteri tersebut. Sedangkan istilah septicemia digunakan untuk menyebut bacteremia dan gejala-gejalanya. Namun demikian, kedua istilah ini sering digunakan untuk menyebut kedua kondisi tersebut sekaligus.

Gejala-Gejala Keracunan Darah
Gejala-gejala awal yang bisa menjadi indikasi keracunan darah adalah:
Demam tinggi atau suhu tubuh tiba-tiba & menurun drastis
Mengigigil
Peningkatan denyut jantung
Ruam (berwarna kemerahan)
Nyeri pada sendi dan lutut
Mual (nausea)
Muntah
Bingung
Sakit/nyeri pada bagian perut

Jika berkembang menjadi sepsis, maka gejala-gejalanya termasuk: 
Peningkatan jumlah sel darah putih (leukositosis)
Peradangan seluruh tubuh
Tekanan darah menurun drastis
Masalah-masalah yang berkaitan dengan kerusakan organ
Kesulitan bernafas

Penyebab Keracunan Darah
Pada intinya penyebab keracunan darah adalah infeksi dengan jenis atau karena sebab apapun, termasuk infeksi karena luka. Dalam kasus normal, sistem kekebalan tubuh mampu melokalisir infeksi hanya pada satu titik atau tempat tertentu dan inilah yang disebut sebagai “infeksi lokal”. Tubuh kemudian memproduksi sel darah putih dan menghancurkan infeksi lokal tersebut serta memperbaiki jaringan yang bengkak. Ini membantu mencegah penyebaran infeksi dan sekaligus mematikan infeksi tersebut. 

Namun berbeda dalam kasus infeksi parah atau sistem kekebalan tubuh dalam kondisi lemah, infeksi ini bisa menyebar melalui darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini kemudian menghasilkan respon tubuh yang disebut sepsis.

Ada banyak penyebab potensial keracunan darah, diantaranya adalah:
Infeksi paru-paru (pneumonia)
Radang usus buntu (apendisitis)
Infeksi saluran kemih
Infeksi kulit akibat luka atau penggunaan infus ataupun kateter
Infeksi pasca bedah
Infeksi sistem syaraf seperti meningitis atau ensefalitis

Dalam beberapa kasus khusus, penyebab infeksi tidak dapat diidentifikasi

Diagnosa dan Pengobatan
Satu satu cara untuk mengobati keracunan darah ini tak lain yang dibutuhkan adalah pengobatan dengan rawat inap. Ini menjadi sebuah keharusan dan sangat penting untuk mencegah sepsis atau kegagalan organ lainnya.

Dan keracunan darah dapat diobati dengan antibiotik intravena, yaitu antibiotik yang disalurkan langsung ke dalam aliran darah. Perawatan dan pengobatan ini biasanya dilakukan antara 7 hingga 10 hari. Dalam beberapa kasus lainnya, pengobatan bisa dilakukan dengan menggunakan insulin atau steroid, transfusi darah, dan dialisis seperti terapi ozon.

Sebagaimana disebut-sebut dari awal, harapan sembuh (prognosis) pada sepsis parah relatif kecil, dengan rata-rata 25 – 30 persen pasien meninggal dalam kurun waktu 30 hari. Jika ini berkembang menjadi “Syok Sepsis” ( Septic Shock) maka jumlahnya meningkat hingga 40 – 60 persen. Kematian lain karena infeksi yang tidak terawat/terkontrol atau immunosupresi bisa terjadi dalam 6 bulan.



0 comments:

Post a Comment