Wednesday, November 25, 2015

Bahan Alami Penyembuh Asam Urat

image (source)

Asam Urat, dengar namanya saja sudah ngeri apalagi kalau sampai menderitanya, tak bisa dibayangkan bagaimana sakitnya. Sendi-sendi kita diserang yang selanjutnya muncul pembengakakan, meradang, panas dan kaku pada persendian mulai dari jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Dan itu terjadi karena adanya penumpukkan kristal pada persendian disebabkan tingginya kandungan asam urat pada tubuh, sungguh satu kondisi yang semua orang tak menginginkannya.

Pada umumnya penyakit ini mulai menyerang pada pria yang usianya telah menginjak 40 tahun atau pada wanita yang telah menopause. Yang kemungkinan besar 90 % disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal untuk membuang asam urat dari tubuh melalui air seni, selebihnya dikarenakan tubuh memproduksi asam urat terlampau berlebihan. 

Dalam sejarahnya, penyakit asam urat ini sudah ada sejak dahulu kala. tengok saja di Mesir, asam urat ini sudah dikenal kurang lebih 5000 tahun silam dan orang-orang Yunani sudah puluhan masa telah membicarakan penyakit yang juga dikenal dengan sebutan gout ini. 

Dengan riwayat panjangnya ini, para pakar kesehatan kemudian merekomendasikan beberapa tanaman yang ampuh dan diyakini bisa mengatasi penyakit asam urat ini, diantaranya:

Sidaguri (sida rhombifolia)
Tanaman ini tumbuh liar di tepi jalan, halaman berrumput, hutan, ladang, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Tanaman ini tersebar pada daerah tropis di seluruh dunia dari dataran rendah sampai 1.450 m dpl. Perdu tegak bercabang ini tingginya dapat mencapai 2 m dengan cabang kecil berambut rapat. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah akar, daun dan bunga, tapi lebih sering akarnya. Sidaguri ini mempunyai kandungan alkaloid ephedrine, terutama pada bijinya, yang memiliki efek mendinginkan badan (anti demam), membuat lancar pencernaan, mengecilkan jaringan (astringent), memperbanyak air seni (diuretik) dan meningkatkan stamina. 

Legundi (vitex negundo)
Tanaman legundi banyak tumbuh di semak belukar. Pada umumnya tumbuh liar di daerah hutan pohon jati, tepi jalan, pematang sawah, tak jarang digunakan sebagai tanaman pagar halaman. Tingginya kurang dari 6 meter dengan permukaan atas daun yang kehijauan dan agak keabuan di bagian permukaan bawah daunnya. Memiliki bunga yang berwarna ungu violet dan buahnya berdaging sekitar 6 mm, mengandung 4 biji hitam kecil. Tanaman ini banyak tumbuh di benua Australia dan Asia khususnya Asia Tenggara. di Indonesia, legundi dikenal dengan berbagai nama seperti, Gendasari (Melayu), Lilogundi (Palembang), Langgundi (Padang), Lagundi (Sunda), Lengghundi (Madura), Galumi (Sumbawa), Sangari (Bima), Danuko (Kalimantan), Lanra (Makasar), Lawasani- Pala (Bugis), dan Ai Tuban (Ambon). Secara empiris, tanaman ini banyak digunakan untuk pengobatan tradisional dalam mengatasi macam- macam penyakit.. Bunga dan daun Legundi yakni salah satu herbal yang sangat efektif mengatur rasa sakit dan inflamasi karena artritis dan sciatica. 

Habbatussauda (nigella sativa)
Di Indonesia lebih dikenal dengan jinten hitam, ia memiliki berbagai kandungan senyawa seperti alkaloida, tanin, kalium, kalsium, flavonoid, dan asam linoeat yang dapat membantu tubuh meningkatkan daya tahan atau imunitas terhadap serangan penyakit tertentu. Zat-zat yang ada dalam jinten hitam akan membantu tubuh mengatasi reaksi peradangan yang terjadi seperti nyeri sendi pada tulang punggung atau tulang gerak baik kaki ataupun tangan. Jinten hitam atau habbatussauda termasuk jenis obat yang mudah didapatkan di pasar tradisional dan dapat digunakan terus menerus dalam jangka waktu lama tanpa efek samping.

Salai guggul (boswellia serrata)
Salai guggul termasuk tumbuhan yang tumbuh di iklim tropis dan untuk di Indonesia tumbuhan ini dapat tumbuh di area hutan Kalimantan atau Sulawesi. Tumbuhan yang satu ini memiiki kandungan resin dan asam boswelik yang akan membantu metabolisme tubuh yang berkaitan dengan kolesterol dan asam oksalat. Kedua senyawa tersebut dianggap mampu meluruhkan kristal asam urat yang terendap di area persendian tubuh. Asam boswelik juga dianggap mampu mengurangi reaksi nyeri dan menenangkan saraf yang ada di area persendian alat gerak penderita asam urat. Anda dapat mengolah tanaman yang satu ini dengan memanfaatkan daunnya dan mengubahnya menjadi bentuk serbuk sebelum dicampurkan pada air minum. 

Jahe Merah (zingiber officinale)
Jahe merah termasuk salah satu obat herbal mengatasi asam urat yang cukup efektif sebagai obat pemakaian jangka panjang. Namun yang perlu diperhatikan adalah jika menggunakan jahe merah untuk pengobatan seorang penderita asam urat tidak boleh terlalu banyak, karena sifat jahe merah yang setiap saat dapat memicu naiknya asam lambung atau menurunkan tekanan darah. Jahe merah memiliki kandungan flavonoid, terpenoid, vitamin, dan mineral makro yang membantu mengatasi asam urat dalam 3 hal, yaitu kristal asam urat yang melekat di persendian, mengurangi reaksi peradangan atau nyeri yang terjadi, dan meningkatkan kinerja organ ginjal dan hati untuk reaksi detoksifikasi serta pelarutan pada urin. Anda dapat merebus sekitar 3-4 siung jahe merah dalam 200ml air dan menyisakan setengahnya untuk diminum 2 kali sehari di pagi dan malam hari sesudah makan..

Brotowali (tinospora cordifolia)
Bagi peminat jamu, tentu saja sudah tidak asing lagi apabila mendengar kata brotowali. Tanaman herbal yang dikenal dengan rasanya yang sangat pahit ini diklaim sebagai salah satu tanaman asli Asia Tenggara. Di Indonesia tanaman ini memiliki nama yang berbeda-beda. Di jawa dikenal sebagai bratawali, daun gadel, dan putrawali, di sunda disebut dengan andawali, sedangkan dibali lebih dikenal dengan antawali.
Brotowali dianggap sebagai salah satu alternatif herbal paling penting untuk meningkatkan sistem imun tubuh (immuno-modulator). Karena sifatnya itu, brotowali buat tubuh lebih sehat pada penyakit dan lebih awet muda. Kecuali mempermudah asam urat, brotowali bermanfaat juga mengatasi diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan menyehatkan organ-organ vital tubuh.

Teh Hijau
Teh hijau memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, tetapi Anda jangan berlebihan dalam mengonsumsinya. Dianjurkan dalam sehari cukup dua kali minum saja. Dan memang teh hijau mempunyai kandungan banyak polifenol yang bekerja sebagai anti-oksidan pencegah serangan asam urat. Teh hijau juga mempunyai kandungan vitamin C dan vitamin E yang dapat mengontol asam urat dalam tubuh. 

0 comments:

Post a Comment