Tuesday, November 24, 2015

Ini jadinya kalau Konsumsi Gula berlebihan

Image: source


Dewasa ini makin banyak saja kita jumpai pada label kemasan berbagai produk, baik makanan terlebih minuman, tertulis less sugar. Iklan produk makanan dan minuman di televisi pun sama, dengan gencarnya mereka ingin menyakinkan bahwa produk mereka aman konsumsi dan rendah gula.  Memangnya, ada apa dengan gula?

Sekarang mari kita tengok sejenak jenis gula yang biasa kita pakai. Ada banyak jenis gula dan semua memang memiliki rasa khas yakni manis. Diantaranya jenis gula yang biasa disebut dengan Fruktosa, jenis gula ini biasa kita dapati pada buah dan madu. Ada lagi yang namanya Laktosa, ini yang terdapat susu. Ada juga Glukosa, yang juga biasa dikenal dengan gula pati atau gula darah. Dan Sukrosa murni, gabungan antara dua gula fruktosa dan glukosa, jenis ini paling familier yang sering kita gunakan seperti gula pasir, gula meja atau gula putih atau contohnya bila Anda mencampurkan gula ke dalam minuman yang asam, misalnya jus lemon, maka sukrosa akan terurai menjadi dua komponen ini.

Lalu yang mana bahayanya?. Perlu diketahui saat ini tidak ada Kristal sebagaimana gula yang terdapat pada alam. Pada dasarnya gula merupakan hasil pemurnian (refinasi) sari tebu atau bit setelah semua vitamin, mineral, protein, enzim dan nutrisi yang mengandung banyak manfaat dibuang. Akibatnya, gula tidak mengandung aneka nutrisi dan serat yang terdapat pada karbohidrat lain yang lebih kompleks seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran.

Sedangkan, konsumsi gula dalam kehidupan sehari-hari sepertinya sangat sulit untuk dihindari. Bahkan saking sulit mengkontrol penggunaan sehingga tanpa sadar kita berlebihan mengkonsumsi gula. Dari kelebihan gula inilah, oleh tubuh akan diubah menjadi lemak.

Sebagaimana dituturkan oleh  American Heart Foundation, bahwa sebenarnya gula menyumbang nol nutrisi, tetapi menambahkan banyak kalori yang dapat menyebabkan berat badan ekstra, atau bahkan obesitas, sehingga mengurangi kesehatan jantung. Gula juga dapat menyebabkan masalah gigi. Residu gula di gigi yang tidak disikat dengan benar mendorong perkembangbiakan bakteri alami yang menghasilkan asam, sehingga gigi mudah berlubang. bahkan, menurut sebagian ahli, gula secara perlahan bisa menimbulkan kerusakan pankreas, kelenjar adrenal dan mengacaukan keseluruhan sistem endokrin, yakni Sistem dalam tubuh yang menentukan siklus tubuh kita, seperti siklus reproduksi, siklus tidur, dan siklus nutrisi..

Karenanya, kita dianjurkan untuk tidak mengsonsumsi gula secara berlebihan. Perempuan sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 100 kalori tambahan dari gula per hari, dan laki-laki 150 kalori per hari. Artinya, tidak lebih dari 25 gram per hari untuk perempuan dan 37,5 gram untuk laki-laki. Jumlah itu sudah mencakup gula di minuman, makanan, kudapan, permen, cokelat dan semua yang Anda konsumsi hari itu.


Dan yang menjadi perhatian kita, di Indonesia Konsumsi gula per kapita sekarang mencapai 12 kg per tahun, dengan tren terus meningkat. Per kapita berarti setiap pria, wanita, anak-anak dan bayi Indonesia rata-rata mengonsumsi 1 kg gula sebulan. Sebagian orang mengonsumsi jauh di atas rata-rata, sebagian lainnya di bawah rata-rata. Padahal, setiap 1 gram gula mengandung 4 kalori. Setangkup gula 20 gram akan langsung menambah 80 kalori ke tubuh. Bahkan, tanpa sadar bayi-bayi kita juga sudah diajari untuk mencandu gula. Sebagaimana disebutkan oleh sebuah penelitian oleh Universitas Calgary, lebih dari setengah dari semua produk makanan yang ditargetkan untuk balita dan bayi, memiliki terlalu banyak kalori yang berasal dari gula. Dan itu tidaklah baik bagi kesehatan.

0 comments:

Post a Comment