Friday, January 6, 2017

Luka Diabetes Dapat Disembuhkan Dengan Physiological Ozonated Bagging Therapy

Proses Ozonated Bagging Theraphy

Luka di kaki karena diabetes menjadi hal yang sangat menakutkan. Selain karena susah sembuh, banyak cerita yang harus berakhir di meja operasi untuk amputasi.

Bagaimana awal dari luka tersebut?

Pada mulanya banyak yang tidak menyadari tanda-tanda seringkali mengalami kesemutan adalah awal mula dari terjadi luka diabetes. Meskipun tidak semua kesemutan dianggap diabetes, tetapi mewaspadai sebuah gejala yang mencurigakan adalah lebih baik. Lalu kemudian mati rasa dan barulah terjadi luka yang tidak kunjung sembuh.

Kadar gula yang tinggi membuat bakteri leluasa berkembang biak, akibatnya luka jadi membusuk.
Hal ini diperparah oleh metabolisme tubuh yang terganggu, kaki tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, jaringan syaraf rusak, dan tidak terjadi pelumasan pada kaki karena rusaknya jaringan.

Adapun 3 Penyebab Luka Diabetes

1. Neurophaty

Neuropathy adalah keadaan dimana jaringan saraf mengalami berbagai kerusakan. Biasanya ini adalah awal dari terjadinya luka di kaki.

Apa saja tandanya? Kurangnya kemampuan sistem sensori, otonomik, dan motorik. Misalnya kaki tidak merasakan sakit walaupun tertusuk sesuatu atau menginjak sesuatu yang panas. Itu pula sebabnya penderita tidak merasakan perih ataupun sakit ketika lukanya dibasuh dengan cairan kimia.

2. Vasculopathy

Ini merupakan keadaan dimana sistem peredaran darah tidak berjalan lancar. Akibatnya distribusi oksigen ke anggota tubuh, khususnya kaki, terhambat. Begitu pula dengan penyebaran nutrisi dan mineral.

3. Immunopathy

Inilah penyebab lainnya mengapa pengidap penyakit kencing manis mengalami luka yang sulit sembuh, yakni immunopathy.
Dalam dunia medis immunopathy berarti menurunnya kekebalan tubuh. Tidak mengherankan jika penderita diabetes melitus mudah sekali terserang berbagai penyakit lainnya.

Bagaimana Menyembuhkan Luka Busuk Diabetes ?

Hingga saat ini agak sulit menyembuhkan luka busuk diabetes. Masalahnya bukan pada jenis obatnya melainkan karena jaringan-jaringan syaraf yang rusak. Selain itu terganggunya aliran darah sebagai pengangkut oksigen serta nutrisi dari obat dan makanan, mengakibatkan pengobatan kurang maksimal.
Namun demikian masih ada jalan untuk menyembuhkan luka busuk diabetes. Sembari mengobati luka, perlu terapi untuk memperbaiki jaringan syarafnya. Tekhnologi terkini dalam dunia Ozon, mengenal istilah Ozonate Baggig Therapy, dimana penyembuhan luka baik yang disebabkan oleh luka diabetes, luka bakar, maupun luka lainnya dengan menggunakan manfaat dari ozon. Anda dapat menemukan terapi ini di klinik Stanmed Center

Terapi Bagging dilakukan dengan cara mengompres luka dengan air ozon yang telah disiapkan pada alat khusus yang telah tersambung dengan mesin ozon. Terapi yang berlangsung selama 30 menit ini berfungsi memperbaiki syaraf dan menumbuhkan jaringan baru sehingga luka cepat sembuh.

Keunggulan ozon adalah memiliki sifat anti kuman, anti virus dan anti bakteri, sehingga ozon tersebutlah yang nantinya akan membunuh kuman-kuman, bakteri atau virus yang berada pada luka si pasien. Ozon tersebut juga akan menumbuhkan kembali jaringan-jaringan yang baru atau regenerasi sel kulit baru.

Pasien-pasien yang pernah melakukan Ozone Bagging Therapy di STANMED CENTER umumnya hanya dalam waktu lima atau sepuluh kali terapi saja sudah dapat merasakan khasiat dan kesembuhan. Pembusukan diluka yang dialami oleh para pasien tersebut berangsur-angsur sembuh dan lukanya tidak menjalar lagi, bahkan pada bagian ujung-ujung lukanya sudah kembali memerah artinya sudah terjadi regenerasi sel kulit baru.

“Biasanya seseorang yang menderita gangrene sangat sulit untuk mengobati penyakit tersebut tetapi di STANMED CENTER memiliki solusi penyembuhan yang mudah dan efektif sehingga bagian tubuh yang luka tidak harus diamputasi oleh dokter,” ujar dr Arenia.

Tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, Ozone Bagging Therapy di STANMED CENTER hanya Rp500 ribu untuk sekali terapi. Biasanya dibutuhkan waktu antara lima hingga sepuluh kali terapi untuk mendapatkan hasil yang benar-benar maksimal tergantung dari seberapa parah luka yang diderita si pasien. Dengan Ozone Bagging Therapy ini, luka pada penderita kaki diabetes dapat disembuhkan dengan mudah tanpa perlu diamputasi. 

“Biasanya jika mereka datang ke dokter dan lukanya sudah membusuk, dokter akan menyarankan untuk diamputasi, dengan Ozone Bagging Therapy ini, kita sudah banyak menolong orang yang berpenyakit tersebut, bahkan yang sudah divonis dokter untuk diamputasi,” ungkap dr. Arenia.

Untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih optimal lagi, pasien penyakit gangrene diabetes juga harus melakukan Ozone Therapy baik dengan cara diinfus maupun apheresis. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan penyakit diabetes yang diderita pasien dan mengurangi kekentalan darah sehingga sirkulasi darah dalam tubuh akan mengalir lancar sampai ke seluruh bagian tubuh.




0 comments:

Post a Comment