Enno Lerian

Rahasia Enno Lerian Untuk Tampil Cantik di Depan Suaminya

Dinda Kirana

Dinda Kirana juga lakukan treatment Glutathione untuk kesehatan dan kecantikan kulitnya

Narji Cagur Beserta Istri Tercinta

Sebelum berangkat umroh Narji Cagur beserta Istri melakukan treatment infus Vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya selama menjalankan ibadan umroh

Enno Lerian

Pentingnya protein Glutathione bagi kesehatan dan kecantikan kulit di usianya yang menginjak kepala tiga

Tempat Terapi Yang Nyaman

Tempat treatment yang nyaman menjadi prioritas kami untuk melayani konsumen dan pasien

Mau uang tunai ratusan ribu rupiah? Keterangan klik gambar

Monday, March 30, 2015

Travellerpun Harus Waspada Dengan Meningitis

sumber gamabr: lifehacker.com
Melancong ke berbagai tempat wisata memang menyenangkan. Apalagi kalau bisa sampai ke luar negeri. Tetapi ada penyakit yang harus diwaspadai oleh para traveller adalah tertular radang selaput otak, atau bahasa kedokterannya meningitis.

Memang penderita meningitis di Indonesia masih sedikit, karena Indonesia bukan negara endemik meningitis. Tetapi yang harus diwaspadai, penularan penyakit yang disebabkan oleh virus bakteri dan jamur ini, bisa datang dari pelancong baik pelancong yang datang ke Indonesia maupun pelancong Indonesia yang datang dari luar negeri. Dimana dalam hal interaksi dengan orang-orang yang berasal dari endemik meningitis rawan tertular meningitis. Pelancong luar negeri akan beresiko lebih besar tertular meningitis.

Selain mempersiapkan segala kebutuhan travelling, penting bagi traveller juga mempersiapkan diri secara khusus untuk pencegahan virus ini. Diantaranya hal-hal yang bisa dilakukan para traveller adalah:
  1. Mencari tahu segala hal tentang negara tujuan.
    Apakah termasuk dalam endemik meningitis atau tidak seperti Amerika, Arab, Afrika Selatan dan Australia. Bahkan jika negara tujuan bukan termasuk endemik meningitispun, traveler harus waspada. Karena memungkinkan tempat-tempat wisata tersebut merupakan tujuan wisata dari berbagai negara yang tidak bisa diprediksi pelancongnya dari mana saja.
  2. Selalu menjaga kebersihan, cuci tangan kunci utamanya.
  3. Yang sangat rawan adalah mereka yang menjalani kegiatan travelling dengan backpacker. Umumnya mereka kurang menjaga kebersihan karena terkait dengan budget travelling. Perhatikan kebersihan selama kegiatan travelling, baik diri, tempat maupun makanan. Carilah tempat makan yang steril, pastikan makanan yang dihidangkan fresh dan terhidang langsung. Dan jangan lupa untuk selalu melakukan cuci tangan sebelum menyentuh makanan, karena umumnya kita tidak menyadari sudah melakukan kontak fisik dengan siapa saja selama kegiatan travelling.
  4. Sedia masker
  5. Gunakan masker apabila berada di tempat umum hal ini bisa menjadi tameng saat kita melakukan kotak atau berkomunikasi dengan orang asing.
  6. Jangan terlalu capek
  7. Terkadang jika sudah travelling ke luar negeri, selalu ada keinginan memuas-muaskan diri. Sehingga melupakan kekuatan fisik. Jangan terlalu dipaksakan jika tubuh sudah terlalu capek. Tubuh yang kecapekan mudah drop dan menurunkan kekebalan tubuh sehingga sangat mudah tertular. 
  8. Jaga asupan tubuh
  9. Bukan hanya makan teratur, tetapi juga sediakan asupan khusus untuk menunjang kekebalan tubuh. Seperti mengkonsumsi vitamin C dari Gutacci atau melakukan treatment infus vitamin C sebelum melakuakn travelling. Sebab vitamin C bisa diandalkan untuk persiapan anti body yang kuat.
Intinya, kunci utama untuk mencegah meningitis adalah memiliki anti body yang kuat. Jika antibodi tubuh saja sudah lemah, maka ancaman virus apapun bisa masuk. Namun sebaliknya, anti bodi yang kuat bisa menangkal segala hal ancaman virus termasuk virus penyebab meningitis.




Friday, March 27, 2015

Seluk Beluk Meningitis atau Radang Selaput Otak

Meningitis atau penyakit radang selaput otak saat ini menjadi perhatian serius. Pasalnya komedian kondang Olga Syahputra dikabarkan meninggal akibat penyakit ini.

Sebenarnya apa penyakit meningitis itu? Yaitu adanya peradangan pada selaput yang membungkus sistem syaraf pusat. Bisa di otak atau pada sumsum tulang belakang. Kondisi ini bisa menyebabkan selaput meningitis membengkak dan berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.

Penyebab

Peradangan pada selaput meningitis disebabkan oleh gangguan mikroorganisme seperti jamur, bakteri dan virus.

Berbeda penyebab berbeda pula penyembuhannya. Meningitis yang disebabkan oleh virus bisa lebih terkontrol bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Tetapi meningitis yang disebabkan oleh bakteri perlu perhatian khusus dan bisa mengancam sistem syaraf pusat hingga berakibat kematian.

Penularan

Bukan hanya orang dewasa, meningitis juga bisa terjadi pada anak-anak dan bayi yang baru lahir karena begitu mudahnya peralihan mikroorganisme ini. Perantaranya bisa melalui kontak fisik langsung, udara, maupun media penularan seperti penggunaan gelas air minum bersama.

Umumnya ditularkan oleh negara-negara dari edemik meningitis seperti Afrika dan Arab Saudi. Oleh karena itulah Jamaah haji atau umroh maupun orang-orang yang bepergian ke luar negeri selalu disarankan untuk infus vitamin C atau melakukan vaksin meningitis.

Pengobatan dan Pencegahan

Diperlukan terapi rutin meningitis atau setidaknya selalu waspada untuk tindakan pencegahan. Diantaranya tidak lupa menjaga daya tubuh. Kondisi yang vit bisa mencegah masuknya berbagai ancaman virus dan bakteri. Salah satunya adalah dengan rutin melakukan infus vitamin C baik sebelum maupun setelah perjalanan dari luar negeri.

Wednesday, March 25, 2015

Video Enno Lerian Treatment Glutathione di Stanford Medical Center

Tuesday, March 24, 2015

Mengenal Penyakit Parkinson


Parkinson termasuk salah satu penyakit yang belum ditemukan obatnya. Penyakit yang banyak menyerang orang berusia lanjut ini memang nampak mengerikan, hingga menurut sebuah survey yang dilakukan sebuah yayasan parkinson di Amerika Serikat menyebutkan, beberapa orang malas mengunjungi dokter untuk membahas soal parkinson.

Apa sih sebenarnya penyakit parkinson itu?

Parkinson adalah penyakit yang menyerang sistem syaraf di otak. Dimana sel-sel syaraf yang bernama dopaminergic mengalami kerusakan sehingga zat dopamin yang dihasilkan mengalami penurunan. Hal ini bisa menyebabkan penurunan fungsi baik motorik maupun kognitifnya. Sehingga bisa terlihat jelas, pasien parkinson mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan tubuhnya.

Penyakit ini ditemukan oleh seorang dokter asal London bernama James Parkinson pada tahun 1817. Ada beberapa hal yang bisa menajdi penyebab parkinson diantaranya adalah:

Usia:

Umumnya parkinson memang menyerang orang tua dengan usia lanjut yang biasa disebut parkinson primer. Sel-sel syaraf pada orang tua mengalami pengapuran dan penurunan fungsi dalam menghasilkan zat dopamin. Resiko orang tua berusia lanjut lebih besar dengan perbandingan 1 dari 100 orang berusia diatas 65 tahun dan 1 dari 250 orang berusia diatas 40 tahun.

Faktor Genetik:

Yang tidak bisa dicegah adalah jika terdapat faktor genetik pada garis keturunan kita. Jika ayah atau ibu kita membawa gen parkinson, resiko parkinso menjadi semakin besar. Namun bukan berarti menjadi ketakutan kita. Meskipun tidak bisa diobati, kita bisa memperlambat atau mencegah sebelum parkinson itu datang salah satunya adalah dengan terapi parkinson menggunakan glutathione.

Penyakit:

Beberapa penyakit seperti Stroke, diabetes, tumor dan penyakit gangguan pembuluh darah bisa menjadi penyebab parkinson. Hal ini disebabkan karena dopamin tidak tersalurkan dengan sempurna atau mengalami pernghambatan.

Lingkungan:

Paparan pestisida dan oxidant tinggi juga bisa menjadi penyebab timbulnya gejala penyakit parkinson. Dimana oxidant tinggi bisa merusak sel-sel tubuh tak terkecuali sel syarat Dopaminergic. Untuk itu zat anti oxidant seperti vitamin E, vitamin C dan protein glutathione sangat dibutuhkan tubuh sebagai pelindung dari paparan bahaya lingkungan yang kini kurang bersahabat.

Thursday, March 19, 2015

Anak Autis Perlu Asupan Glutathione


Secara alami glutathione ditemukan dalam tubuh manusia berupa protein yang diproduksi oleh organ hati. Banyak pakar kesehatan mengungkap rahasia glutathione selain sebagai anti penuaan dini, ia juga menjadi obat dari segala penyakit, mulai dari kanker, autis sampai dengan alzheimer. Glutathione sebagai master detoksifikasi mampu menetralisir virus, racun, bakteri, dan sebagai kekebalan tubuh itu sendiri.

Akan tetapi seiring berjalannya usia dan faktor penyakit lainnya seperti syndrom autis yang banyak diderita anak-anak, glutathione mengalami penurunan. Jika pada orang normal terbatas pada usia 20 tahun, kinerja glutathione sudah mulai berkurang. Tetapi pada kondisi anak dengan syndrom autis, glutathione dalam tubuhnya tidak mencukupi untuk perkembangan hidupnya. Bahkan kerap terjadi penurunan perkembangan baik fisik maupun mentalnya.

Solusi yang bisa diberikan pada anak dengan syndrom autis adalah dengan memberikan asupan glutathione tambahan. Tidak akan terjadi efek samping dalam pemberian glutathione pada anak-anak karena sifat alamiah dari glutathione itu sendiri.

Untuk pemberian glutathione ini bisa dalam bentuk proses terapi yaitu diberikan secara rutin seminggu sekali melalui infus atau injection. Bila memungkinkan, pemberian melalui infus sangat direkomendasikan karena glutathione diserap darah dan secara langsung diedarkan ke seluruh tubuh. Meskipun sebenarnya injection juga merupakan pilihan tepat agar proses terapinya berjalan cepat tidak mempengaruhi anak autis yang mood-nya suka berubah-ubah.

Thursday, March 12, 2015

Jaga Muda Sebelum Tuamu

Judulnya seperti bait lagunya Haji Rhoma Irama. Ada benarnya, menjaga atau mengantisipasi memang lebih baik daripada memulihkan, seperti halnya penuaan. Memang setiap orang tidak bisa menampik datangnya penuaan. Karena tua adalah sebuah proses. Tetapi proses yang bisa diundur dan lebih lama inilah yang biasa kita sebut sebagai anti penuaan dini. Sementara kita bisa mendapatkan yang namanya awet muda ini hanya jika kita mampu menjaga muda kita.
Munculnya kerutan di kening salah satu tanda proses penuaan dini dimulai
Tak Ada Batas Usia
Pada umumnya, takaran tua hanya pada usia. Padahal salah besar. Tak ada takaran pasti penuaan itu datang. Dan jadi setiap orang takaran penuaannya berbeda-beda. Datangnya yang kadang tidak terduga, tahu-tahu muncul kerutan-kerutan halus di sekitar mata atau dahi, membuat kita baru sadar proses penuaan sedang dimulai. Yang setiap hari ngaca alias berdandan kadang tidak menyadari apalagi yang jarang? Maka sebisa mungkin, selagi usia masih muda harus menjaganya sejak dini. 

Antisipasi
Mengantisipasi hal-hal yang bisa menimbulkan kerutan sejak sekarang. Misalnya dengan menjaga pola makan. Bukan karena mumpung masih muda lantas makan sesukanya. Justru apa yang masuk ke dalam tubuh harus benar-benar diperhatikan.

Menjadi Pemuda Yang Aktif
Salah satu penyebab orang cepat tua adalah karena stress. Maka aktif dalam kegiatan adalah solusi menghindarkan diri dari stress. Bertemu dengan banyak orang bisa mengubah suasana hati akan lebih baik daripada berdiam diri di rumah.

Melakukan Perawatan 
Melakukan perawatan anti penuaan dini di usia muda? Kenapa tidak. Karena pada dasarnya anti penuaan dini dirancang untuk menjaga keawetmudaan. Maka sebaiknya dilakukan saat usia masih muda, bukan ketika menjelang tua. Seperti halnya melakukan perawatan dengan menggunakan protein glutathione, justru lebih baik dilakukan saat usia 20 tahun tanpa menunggu keriput. Karena pada usia tersebut, protein glutathione dalam tubuh sudah menurun kinerjanya dan perlu asupan tambahan dari luar.



Monday, March 9, 2015

Treatment Glutathione Untuk Anak Autis


Kandungan glutathione dalam tubuh anak autis berbeda dengan yang dimiliki oleh anak normal. Anak autis cenderung lebih sedikit sehingga berpengaruh pada kondisi kekebalan tubuhnya. Mereka rentan terhadap virus dan gampang sekali sakit.

Karena pada dasarnya glutathione adalah protein yang menjadi satpam dalam tubuh. Ia akan menangkal segala ancaman seperti virus, bakteri, radikal bebas yang dapat membahayakan. Ia menjadi anti oxidant penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Oleh karena itu asupan glutathione yang seimbang sangat dibutuhkan oleh anak autis.

Sebuah rumah sakit besar di Amerika mengadakan penelitian terhadap anak autis yang diberi suntikan glutathione kondisinya lebih membaik. Ia mampu mengenakan baju sendiri, berjalan-jalan dan mengobrol bersama sang ayah. Seperti yang diceritakan oleh Abidin Siman, konsultant terapi ozon di klinik Stanmed Center.

Lebih lanjut Abidin Siman mengatakan, penelitian ini dilakukan terhadap 50 anak yang banyak diantaranya kondisinya lebih baik dari sebelumnya. Sehingga rumah sakit tersebut melakukan penelitian yang lebih besar lagi dengan melibatkan 1.000 anak autis.

Minimnya pengetahuan para orang tua tentang khasiat glutathione ini banyak yang belum sadar dan jarang yang menggunakannya sebagai sarana treatment. Umumnya para orang tua juga belum tahu jika glutathione aman terhadap anak-anak tentunya dengan dosis yang aman dan sesuai dengan anjuran dokter.